Bantuan Kemanusiaan Untuk Muslim Rohingya

/, Kegiatan/Bantuan Kemanusiaan Untuk Muslim Rohingya

Bantuan Kemanusiaan Untuk Muslim Rohingya

Alhamdulillah segala puji hanya mlik Allah Jalla wa ‘Ala. Shalawat serta Salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiada kata yang paling indah dan paling pantas untuk diucapkan kecuali lantunan kalimat Hamdallah karena segala sumber kekuatan hanyalah kembali kepada Allah Jall wa ‘Ala semata. Program Al Binaa menyapa ternyata sudah cukup memberikan nuansa dalam menggalang persatuan dan ukhuwwah umat Islam. Perjalanan Al Binaa menyapa kali ini adalah dalam rangka menunaikan amanah para jama’ah kaum muslimin untuk membantu sesama saudaranya di Camp pengungsian kaum muslim Rohingnya.

Al Binaa bekerjasama dengan PULDAPII (Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan dan Islam Indonesia) telah memberangkatkan perwakilannya untuk melihat langsung kondisi para pengungsi Muslim Rohingnya di perbatasan Negara Bangkadesh. Adalah Ustadz Aslam Muhsin Abidin, LC sebagao Pimpinan Pesantren dan Pak Hardianto (Mewakili PULDAPII) telah bertolak menuju perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh selama kurang lebih 4 (empat) hari tinggal disana dari 21-24 Februari 2017.

Misi ini adalah misi kemanusiaan sekaligus dalam rangka menyalurkan bantuan dana yang terhimpun dari Kaum Muslimin yang diamanahkan melalui Program Al Binaa Menyapa. Perjalanan ke lokasi pengungsian tempat penampungan orang – orang Muslim Rohingnya adalah merupakan perjalanan yang membuat hati menjadi luluh, dada seakan nyesek melihat pemandangan mereka cukup tangguh dan kuat dalam kondisi paling pahit dimana mereka tidak pernah tahu akan sampai kapan kondisi seperti ini berakhir. Kapan mereka bisa kembali ke kampung halaman yang dimana mereka dilahirkan dan dibesarkan. Kondisi mereka secara dzohir cukup memperihatinkan hanya dada dada mereka yang masih tetap diselimuti keimanan itulah yang membuat mereka tanggung dan bisa bertahan.

Perjalanan yang luar biasa ini cukup dikisahkan dari pemaparan Ustadz Aslam Muhsin Abidin, Lc dalam untaian kalimat kalimat ini tepatnya di daerah Kutupalong.

Saat melihat bocah-bocah Rohingnya bertelanjang dada berlari-lari, saat melihat tubuh-tubuh ringkih dari kaum pria lanjut usia, saat melihat wanita-wanita dengan daya tahan iman dan islam yang menggemuruh didalam dada mereka, tampak mereka sangat sumringah melihat kedatangan kita yang perlente dengan baju bersih dan bersepatu, entah mereka sedang berharap kebaikan apa yang dibawa oleh kita untuk mereka atau mereka sudah terlalu lelah berharap kepada setiap makhluq yang serba lemah dan papah, hanya aku sadari betapa aku tidak berhaq untuk berada di hadapan mereka, berceritra juga terlalu pedih bila saat aku dihadapan mereka -sekali lagi- ada rasa “tidak pantas” kenapa aku baru bisa jumpa dengan mereka dalam kondisi yang aku sendiri tidak sanggup untuk tahu hakikat bagaimana mereka melalui kehidupan mereka sehari-hari…

Anak Perempuan Usia 7 tahun…..
Saat kami membagikan paket bantuan sembako berupa beras dan lauk pauk, kami melihat tumpukan karung untuk dibagikan, kami pikir itu hanya beberapa kilo saja, sehingga ketika kami membagikan karung2 itu maka kami angkat untuk kami berikan kepada kaum ibu-ibu yg sudah antri dari sejak siang tadi, sabar mereka antri ditengah teriknya matahari. Pas kami angkat karung sembako tersebut ternyata beratnya tidak kurang dari 30 kg, maa syaa Allah berat juga tapi kami tetap semangat mengangkat satu demi satu karung tersebut. Sampai giliran anak kecil perempuan, tubuh yang kurus kering, matanya cekung, rambut tidak terawat, nampak tegap berdiri dan maju kedepan kami untuk menerima karung sembako, begitu dia melangkah dan berdiri didepan kami, terbayang jika seandainya anak perempuan itu anak kita, adek kita, atau famili dan keluarga kita, entah apa yang bisa kita katakan pada saat itu, kami angkat karung itu dengan penuh hati2 dan bertanya dalam hati apa anak bocah wanita 7 tahun itu sanggup mengangkat sembako karung beratnya 30 kg? Kami coba angkat untuk dia sambut dan dia gendong di pinggangnya, terlalu berat untuk ukuran bocah dengan tubuh kurus begitu, karung sembako pun hampir jatuh, ibu-ibu dibelakangnya ikut bantu dan kami bantu, maa syaa Allah, ternyata kepala anak perempuan itu masih sangat kuat untuk menopang beban 30 kg diatas kepalanya, lehernya begitu tangguh, dan kami yakin hatinya yang membaja yang menjadikan anak itu berjalan dengan tegap membawa sembako untuk dia bawa ke gubuk tempat keluarganya berkumpul.. Ya Allah…. berikan kekuatan kepada kami semua…

Adalah Kutupalong, merupakan tempat pengungsian Rohingya, bisa digambarkan tanah berbukit berwarna kekuning2an, dengan luas area yang konturnya berlereng rendah dengan latar belakangnya sungai yang menjadi tempat mereka menyebrang, area yang terbatas dihuni oleh 17.000 keluarga, dengan total pengungsi sebanyak 70.000 orang. Hidup tanpa makna kehidupan layaknya manusia menikmati hidup, tanpa listrik, tanpa sanitasi, tanpa pekerjaan, tanpa identitas, tanpa pengakuan dari bumi dimana mereka dilahirkan dan dibesarkan. Sulit membayangkan area yang begitu terbatas harus diisi tujuh puluh ribu manusia yang datang tanpa mereka tau kapan mereka akan melihat dan pulang ke tanah air mereka.,,, Gak sanggup nulis, karena derita mereka… yang dulu hanya bayangan dan cerita, juga berita, sekarang semua nampak jelas didepan mata, tak sanggup menatap hanya tuk lihat mereka karena bahasa lisan tersekat hanya untuk menyapa membayangkan dahsyatnya kehidupan mereka dengan segala penderitaan yang dalam bahasa apapun belum bisa menggambarkan kalimat dan kata apa yang pantas mewakili segala tatapan nanar mereka dengan baju lusuh dan tubuh kurus tak terawat, menyakitkan memang saat aku sudah dihadapan mereka namun aku tak kuasa tuk mengeluarkan sedikit yang bisa menghibur mereka khususnya bocah-bocah tanpa dosa terus mengikuti setiap langkah kami berharap bahwa tangan kami mau menjulurkan recehan atau permen sekalipun namun itu terlarang saat kami sedang berada di camp dan gubuk2 mereka….

Akhirnya Kami ucapkan terima kasih kepada para Jama’ah, muhsinin dan muhsinat yang telah menitipkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada saudara-saudara kita kaum muslim Rohingya. Semoga Allah Jalla wa ‘Ala memblasanya dengan pahala berlipat ganda. Amiin

2018-02-17T15:49:43+00:00 25 February 2017|Bakti Sosial, Kegiatan|Comments Off on Bantuan Kemanusiaan Untuk Muslim Rohingya