Menggugah Kesadaran (bagian 5)

Allah berfirman;

{لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا (7)} [الطلاق: 7]

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”. (At Thalaaq; 7)

Di awal ayat ini, Allah perintahkan orang-orang yang berkelapangan untuk memberi nafkah kepada ibu susuan sesuai dengan kelapangan yang Allah anugrahkan kepadanya.

Lantas, adakah orang yang tidak berkelapangan tidak diperintahkan untuk memberi nafkah ?. Allah berfirman; “Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah (tetap) memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.”.

Isyarat yang mungkin dipetik sebagai pelajaran dari ayat mulia ini bahwa seorang muslim harus memiliki mindset bahwa ia bisa memberi. Hingga pada titik dimana Allah nyatakan ia masuk dalam golongan mereka yang disempitkan rezkinya, perintah untuk memberi tidaklah gugur atasnya.

Allah tidak melihat nominal yang kita berikan, namun Ia akan menilai kesungguhan, loyalitas, dan keyakinan kita bahwa sekecil apapun yang kita sembahkan dalam rangka ketaatan kepada Nya, maka itu adalah baik bagi diri kita sendiri. Allah berfirman;

{فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ} [التغابن: 16]

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu.”. (At Taghaabun: 16)

Janji Allah bahwa Ia tidak akan membebani seorang melainkan sesuai dengan kadar kemampuannya memberi signal bahwa setiap hamba pasti mampu berbuat kebaikan dan bahwa perbuatan baik itu tidaklah terbatas.

Berbuat baik adalah kebutuhan, dan orang yang sadar adalah mereka yang memahami kebutuhannya dan berusaha secara sungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

 

 

Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

2018-03-15T07:27:24+00:00 15 March 2018|Artikel Islam|Comments Off on Menggugah Kesadaran (bagian 5)