Menggugah Kesadaran (bagian 3)

Tentang hamba-hamba Allah yang shaleh (‘ibaadur Rahmaan), Allah ceritakan diantara karakter mereka dalam Al Quran lewat firman Nya;

{وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً} [الفرقان: 74]

“Dan mereka itu adalah orang-orang yang berkata (dalam doa mereka); Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”. (Al Furqaan; 74)

Dalam ayat ini, ada arahan Allah bagi seluruh hamba Nya agar berdoa, semoga dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Arahan ini setidaknya memberi signal bahwa pada dasarnya seorang muslim harus siap menjadi pemimpin. Arahan ini dipertegas lagi melalui hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; 

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

 “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan bertanggungjawab terhadap harta tersebut.”. (HR. Bukhari)

Jika demikian maka menjadi pemimpin adalah kebutuhan setiap muslim. Dan seorang yang sadar adalah mereka yang paham akan kebutuhannya dan melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan dan memenuhi kebutuhannya tersebut.

 

Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

2018-04-01T20:06:10+00:00 15 March 2018|Artikel Islam|Comments Off on Menggugah Kesadaran (bagian 3)