Menggugah Kesadaran

Di dalam Al Quran banyak ayat yang dipaparkan oleh Allah untuk menggugah kesadaran manusia.

“Sadar”, secara sederhana, ada yang mengatakan bahwa kata ini berarti mengerti kebutuhan. Orang gila dinyatakan tidak sadar karena ia tidak mengerti kebutuhannya. Dan tingkat ke-“gila”-an seseorang itu bervariasi.

Setiap manusia diperintahkan untuk berbuat baik. Dalam Al Quran, kata “Baik” itu diibaratkan dalam dua istilah, yaitu “al khair” dan “al birr”. Kedua istilah ini memiliki sisi kesamaan, tetapi kata “al birr” memiliki makna yang lebih spesifik jika disandingkan dengan kata “al khair”.

Sisi kesamaannya adalah bahwa kedua-duanya mengandung makna baik, meskipun kata “baik” itu sendiri memiliki makna yang bisa saja berbeda tergantung dari subjek yang menjalani atau menilainya. Adapun kata “al birr” maka makna kebaikan yang dikandungnya terikat dengan makna iman yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul Nya. Allah berfirman;

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ… [البقرة: 177]

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, … .”. (Al Baqarah : 177)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [البقرة: 189]

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebaikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”. (Al Baqarah : 189)

 

✒ Sadar itu adalah mengerti kebutuhan

Setiap orang mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhinya. Kebutuhan setiap orang tentu berbeda dengan kebutuhan orang lainnya dalam tinjauan dia sebagai makhluk social; kedudukannya, komunitasnya, dan hal-hal lain yang melingkupinya. Namun secara umum, kebutuhan manusia itu berpulang pada tiga aspek yang merupakan unsur yang seharusnya ada pada diri manusia, yaitu; nafsu, fitrah dan akal.

Sebagaimana “nafsu” adalah sebuah kebutuhan manusia yang harus dipenuhinya, demikian pula fitrah dan akal; keduanya juga merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Orang yang sadar adalah mereka yang paham akan kebutuhannya dan berusaha untuk memenuhinya.

 

Namun dalam kenyataannya, ternyata banyak orang yang tidak paham dan diantara mereka ada juga yang gagal paham.

Ibarat dalam sebuah bandara, ada pesawat A dan adapula pesawat B;
✈ Pesawat A, meski sudah ada, namun pengelolahnya memutuskan untuk tidak terbang.
✈ sedangkan pesawat B, pengelolahnya memutuskan untuk terbang. Ketika akan lepas landas, muncul percikan api pada ekor pesawat, hingga pesawat tersebut dinyatakan gagal terbang.

Demikianlah manusia, Allah siapkan bagi mereka tiga unsur yang telah disebutkan ; nafsu, akal dan fitrah. Diantara manusia ada yang memutuskan untuk mengabaikannya. Dan tidak sedikit pula dari mereka yang melakukan kesalahan dalam penggunaannya yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada komponen-komponen tadi atau satu diantara komponen tersebut.

Orang yang sadar adalah mereka yang paham akan kebutuhannya dan benar dalam mengelolah kebutuhan-kebutuhan tersebut.

 

Seluruh manusia dianugrahi otak, namun belum tentu seluruh yang dianugrahi otak adalah orang yang berakal. Allah berfirman;

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab ?. Maka tidakkah kamu berpikir ?.”.

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang sadar. Wallahul Musta’aan …

✍ Penulis : Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc
Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

2018-03-04T22:01:43+00:00 3 March 2018|Artikel Islam|Comments Off on Menggugah Kesadaran