Menghabiskan makanan di saat adzan berkumandang, pada saat sahur

Pertanyaan :

Bolehkah bagi mereka yang sahur untuk puasa menghabiskan makanan yang telah terlanjur dipegangnya ketika adzan subuh telah berkumandang ?

Jawab :
Beberapa ulama membolehkannya dan menjadikannya sebagai bentuk pengecualian dari ketentuan umum yang ditunjukkan dalam Al Quran bahwa batas akhir boleh makan dan minum bagi mereka yang akan berpuasa pada hari itu adalah ketika fajar telah terbit. Diantara ulama yang berpendapat demikian adalah Syaikh Ahmad Syakir, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Baani, Syaikh Muhammad bin Shaleh ‘Utsaimiin, dan yang lainnya.

Dalil dari pendapat ini adalah hadits Abu Hurairah, dari Rasulullah, Beliau bersabda;

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ، فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ. وزاد في رواية : وَكَانَ الْمُؤَذِّنُ يُؤَذِّنُ إِذَا بَزَغَ الْفَجْرُ, أي إذا طلع

“Apabila salah seorang dari kalian mendengar adzan dikumandangkan sedang ia tengah memegang wadah makanan, maka janganlah ia meletakkan wadah tersebut hingga ia menyelesaikan hajatnya dari apa yang telah dipegangnya itu.”. (HR. Ahmad, dihasankan oleh syaikh Syu’aib al Arnauuth). Dalam riwayat lain, ada redaksi tambahan; “Ketika itu muaddzin mengumandangkan adzan di saat fajar telah terbit.”. (HR. Ahmad, dinyatakan shahih dengan syarat Muslim oleh syaikh Syu’aib al Arnauuth).

Beberapa pelajaran dari hadits :

Hadits ini adalah satu diantara keringanan (rukhshah) agama kepada hamba.

Hadits ini juga adalah satu dari sekian bukti bahwa ibadah puasa adalah sebuah ibadah yang tujuannya bukanlah semata untuk melarang seorang dari makan dan minum. Namun lebih dari itu, tujuannya adalah untuk mencetak generasi takwa. Olehnya, agama memberi keringanan bagi mereka yang telah terlanjur memegang makanan ketika adzan telah dikumandangkan agar tidak meletakkannya hingga ia menghabiskan hajatnya terhadap makanan tersebut.

Hadits ini adalah pengecualian dari ketentuan umum ayat al Quran yang menyebutkan batas kebolehan makan dan minum adalah hingga terbit waktu fajar (al Baqarah; 187). Ketentuan umum itu berlaku bagi mereka yang tidak berada dalam kondisi yang disebutkan dalam hadits. Namun bagi mereka yang berada dalam kondisi yang disebutkan dalam hadits, maka tidak mengapa ia menghabiskan hajatnya dari makanan yang telah terlanjur berada dalam genggamannya itu.

Keringanan ini hanya berlaku bagi makanan atau minuman yang telah terlanjur diraih, dan bukan terhadap makanan yang belum dipegang.

 

klik di sini untuk melihat penjelasannya.

2018-04-28T22:17:45+00:00 28 April 2018|Artikel Islam|Comments Off on Menghabiskan makanan di saat adzan berkumandang, pada saat sahur