Text Size
20 Nov, 2017
  • Kampus Putra

  • Masjid Riyaadhusholihin di Putra

  • Masjid Syaikhoh Al-Anuud di Putra

  • Mesjid di Putri

  • Musholla akhwat di putra

  • asrama putra view 1

  • asrama putra view 2

  • asrama putra view 3

  • Jalan Utama Nan Lapang

  • Parkir Luas

  • Lab Computer Putra 1

  • Lab Computer Putra 2

  • Lab Computer Putri 1

  • Lab Biologi

  • Lab Fisika & Kimia

  • Perpustakaan

  • Ruang kelas ber-ac dengan kursi 1-1

  • Sarana OR - Lap Volley Terbuka

  • Sarana OR - Lap Futsall dan Basket Indoor

  • Sarana OR - Lap Bulutangkis Indoor

  • Kantor Pusat

  • RSG dan Studio Radio Al-Binaa

  • Guest House 1

  • Guest House 2

  • Guest House 3

  • Bina Market

  • ATM Bersama

  • Kampus Putri

  • Asrama Putri View 1

  • Asrama Putri View 2

  • Kampus Al Binaa Putra View 1

  • Kampus Al Binaa Putra View 2

  • Maklumat Infak Bulanan Tahun Ajaran 2017-2018

Bismillah wal hamdulillah, semoga bapak ibu wali santri Al Binaa ada dalam keadaan sehat wal-afiat dan selalu dimudahkan dalam segala urusannya. Sehubungan dengan akan berakhirnya tahun pelajaran 2016-2017 yaitu di

Read More

MENGHUKUM ANAK MENURUT ISLAM #2

MENGHUKUM ANAK MENURUT ISLAM

(Bag. 2) 

Buletin Edisi 9 /Thn 2 Jumadats Tsani 1430

Adapun jalan yang telah dibukakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah:

a. Menunjukkan kesalahan dengan pengarahan secara langsung.

 

 

 

Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Saya berada dalam asuhan Rasulullah Shallallahu alaihi wasllam . (Ketika makan) Tanganku berkeliaran di piring makanan. Lalu beliau bersabda, “(yang artinya) Hai anak muda, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah yang dekat denganmu!” Rasulullah  Shallallahu alaihi wasallam menunjukkan kesalahan Umar bin Abu Salamah t dengan memberinya nasehat yang baik dan pengarahan yang ringkas serta sederhana, namun tepat mengenai sasaran.

 

 

 

b. Menunjukkan kesalahan dengan cara yang halus.

 

 

 

Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sa’d t, bahwa Rasulullah  pernah disajikan minuman, beliau meminum sebagiannya. Sementara di samping beliau ada seorang anak muda, dan di sebelah kanan beliau ada beberapa orang tua. Beliau bertanya kepada anak muda itu, “Apakah engkau mengizinkan aku memberikan minuman ini kepada orang-orang ini?”. Anak muda itu menjawab, ‘Tidak demi Allah. Saya tidak ingin mementingkan orang lain selain dirimu dari bagianku.”.

 

Maka beliau meletakkan gelas minuman di tangannya. Anak muda itu adalah Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Menurut pengamatan saya, beliau hendak mengajarkan kepada anak muda itu adab di hadapan orang-orang tua, dengan mendahulukan mereka tatkala mereka minum. Ini lebih baik. Untuk itu beliau meminta izin kepadanya dan secara halus beliau bertanya, “Apakah engkau mengizinkan aku memberikan minuman ini kepada orang-orang itu?”

 

c. Menunjukkan kesalahan dengan isyarat.

 

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Suatu kali Al-Fadhl (bin Abbas) dibonceng kepada Rasulullah r. Lalu ada seorang wanita dari Khats’am. Al-Fadhl memandang wanita itu dan wanita itu memandangnya, maka Rasulullah r memalingkan muka Al-Fadhl ke arah lain.

 

Menurut pengamatan saya, beliau memberikan solusi pandangan mata kepada wanita bukan mahram dengan memalingkan muka ke arah lain, dan ternyata hal itu sangat berpengaruh kepada Al-Fadhl.

 

d. Menunjukkan kesalahan dengan hardikan.

 

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Dzarr , dia berkata, “Saya pernah mencaci seorang laki-laki dan mengaitkannya dengan ibunya dengan mengatakan, “Wahai anak orang hitam!.”

 

Rasulullah r pun  berkata: “Wahai Abu Dzarr, apakah  engkau   menjelek-jelekkan ibunya? Sesungguhnya di dalam hatimu ada sifat kejahiliyahan. Saudara-saudara kalian adalah pelayan kalian. Allah menjadikan mereka di bawah asuhan kalian. Barangsiapa ada saudaranya berada di bawah asuhannya, maka hendaklah dia memberinya makan seperti apa yang dia makan, memberinya pakaian seperti yang dia kenakan, dan janganlah membebani mereka dengan dengan suatu pekerjaan di luar kesanggupan mereka. Jika kalian membebani mereka hendaklah kalian membantu mereka.”

 

Menurut pengamatan saya, beliau memberikan solusi dari dari kesalahan Abu Dzarr  tatkala mencela seorang laki-laki berkulit hitam dengan hardikan secara langsung. Kemudian beliau menasehatinya sesuai dengan keadaan yang ada.

 

e. Menunjukkan kesalahan dengan menjauhi orang yang melakukan kesalahan tersebut.

 

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id t, dia berkata: “Rasulullah r melarang melempar dengan ibu jari dan telunjuk. Beliau bersabda, “Karena hal itu tidak bisa membunuh binatang buruan dan tidak bisa melukai musuh. Lemparan itu hanya mencongkel mata dan merontokkan gigi.”

 

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa kerabat Ibnu Mughaffil melempar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Lalu dia melarangnya seraya berkata, “Sesungguhnya Rasulullah r  melarang lemparan seperti itu dan bersabda, “Lemparan itu tidak bisa membunuh binatang buruan.” Kemudian kerabatnya itu mengulanginya lagi. Ibnu Mughaffil berkata, ‘Kukatakan sekali lagi, Rasulullah r melarang hal ini. Tapi mengapa engkau mengulanginya, saya tidak mau lagi berbicara denganmu.”

 

Al-Bukhari meriwayatkan, bahwa tatkala Ka’ab bin Malik (bersama dua temannya) menolak perintah nabi r untuk bergabung dalam perang Tabuk, maka dia berkata, “Beliau melarang (orang lain) berbicara dengan kami dan beliau menyebutkan selama lima puluh hari.” Hingga akhirnya Allah menurunkan ayat tentang taubat mereka.

 

Menurut pengamatan saya, beliau dan para sahabat menerapkan hukuman isolasi untuk membenahi kesalahan dan meluruskan penyimpangan, sehingga orang yang menyimpang kembali lagi ke jalan kebenaran.

 

 

  1. f. Menunjukkan kesalahan dengan menggunakan pukulan

Abu Dawud dan Al-Hakim meriwayatkan dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah r bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan shalat sedang mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena shalat itu selagi mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

 

Dalam surat An-Nisa’ disebutkan

 

“Wanita-wanita yang dikhawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah diri mereka  dari tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk enyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (An-Nisa’:34)

 

Menurut pengamatan saya, hukuman pukulan merupakan ketatapan Islam, yang merupakan tahapan terakhir setelah pemberian nasehat dan isolasi. Ini merupakan urutan-urutan yang memberikan pengertian kepada pendidik, bahwa tidak boleh langsung menggunkan cara yang paling keras jika cara yang sederhana dan ringan sudah efektif. Pukulan merupakan hukuman terakhir dan tidak boleh langsung menggunakannya kecuali setelah tidak ada harapan menggunakan cara-cara lain untuk membenahi.

 

Tetapi tatkala Islam menetapkan hukuman pukulan, maka hukuman ini berurutan sebagai berikut:

 

v  Pendidik tidak boleh langsung menggunakan pukulan sebelum menggunakan cara-cara hukuman yang lain dan ancaman.

 

v  Tidak boleh memukul tatkala amarah sedang memuncak, karena dikhawatirkan akan membahayakan anak.

 

v  Tidak boleh memukul bagian-bagian yang rawan, seperti kepala, wajah, dada dan perut, yang didasarkan kepada sabda Rasulullah  r , (yang Artinya) ”Janganlah memukul wajah!” Sebab wajah merupakan pusat indera, sehingga jika pukulan mengenai wajah, dikhawatirkan bisa merusak fungsi indera, sehingga pukulan itu bisa menyakitinya. Pukulan pada bagian dada dan perut juga dilarang, Karena pukulan pada bagian ini bisa membawa kematian. Larangan ini masuk dalam keumuman sabda beliau r, “Tidak ada yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.”

 

Pukulan pada kali pertama tidak boleh keras dan menyakitkan, bisa pada bagian kaki atau tangan, dengan menggunakan tongkat yang kecil.

 

Jika kesalahan baru pertama kali dilakukan anak, maka dia diberi kesempatan untuk bertaubat dan kesalahannya dimaafkan, memberinya kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang yang bisa memberi pengarahan kepadanya sambil meminta

 

v  Pendidik sendiri yang harus memukul anak dan tidak boleh mewakilkannya kepada orang lain, seperti kepada saudaranya atau temannya, agar tidak ada percikan dendam dan perselisihan di antara mereka.

 

g. Menunjukkan kesalahan dengan ancaman yang keras.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (An-Nuur: 2).

 

Arah hukuman ini, jika hukuman dilaksanakan di muka umum dan disaksikan anggota masyarakat, maka benar-benar akan menjadi pelajaran yang paling pas dan merupakan peringatan yang amat kuat. Berangkat dari tatanan Al-Qur’an ini (Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman), nabi r memerintahkan para sahabatnya untuk melaksanakan hukuman pelanggaran hukum syari’at yang sudah jelas di hadapan orang-orang, disaksikan dan didengar semua orang. Ada pepatah lama mengatakan, “Orang yang berbahagia ialah jika bisa mengambil pelajaran dari orang lain.”

 

Tidak dapat diragukan , tatkala seorang pendidik menghukum anak yang melakukan suatu kesalahan di hadapan saudara-saudara dan teman-temannya, maka hukuman ini akan meninggalkan bekas yang mendalam di dalam diri anak-anak itu, sehingga mereka harus berpikir seribu kali untuk melakukan tindak kejahatan , karena mereka juga akan menerima hukuman serupa. Dengan begitu mereka bisa mengambil pelajaran dan pengalaman darinya.

 

Berangkat dari cara-cara yang diletakkan pengajar pertama ini, seorang pendidik bisa memilih mana cara yang paling tepat untuk mendidik anak dan membenahi penyimpangannya. Sebab adakalanya solusinya cukup hanya dengan ancaman yang keras, pandangan mata yang menusuk tajam atau halus, atau dengan menggunakan isyarat atau hardikan.

 

Jika pendidik tahu bahwa pengungkapan kesalahan dengan menggunakan salah satu di antara cara-cara ini tidak efektif untuk memperbaiki anak, maka dia bisa meningkat ke cara berikutnya yang lebih keras, yaitu hardikan. Jika hasilnya nihil, dia bisa menggunakan pukulan yang tidak menyakitkan. Ada baiknya hukuman yang terakhir ini dilakukan di hadapan para keluarga atau teman-temannya, agar mereka juga bisa mengambil pelajaran.

 

Selagi anak merasa bahwa pendidik bersikap lemah lembut dan mengasihaninya setelah memberikan hukuman, tindakannya itu dilakukan karena hendak menjadikannnya orang yang baik, maka dia juga tidak boleh menyimpang lagi dan harus introspeksi diri atas kekurangan pada dirinya. Ada baiknya jika kemudian dia bergaul dengan orang-orang yang baik dan bertaqwa, agar dia senantiasa berada dalam komunitas orang-orang yang baik.

 

Dari sini jelaslah bahwa pendidikan  Islam sangat memperhatikan masalah hukuman, entah berupa hukuman spiritual maupun material. Hukuman yang diberikan juga tak lepas dari syarat dan batasan. Maka pendidik tidak boleh melanggarnya dan tidak boleh berlebih-lebihan, jika memang mereka menginginkan pendidikan yang ideal bagi anak-anak dan agar menjadi generasi yang baik.

 

Akhirnya, seorang  pendidik tentunya tidak kehabisan akal dan sarana untuk memperingatkan anak dan memperbaikinya. Sarana-sarana seperti yang sudah dijelaskan di atas, merupakan saran yang paling penting dalam pendidikan. Di sini seorang pendidik harus pandai-pandai mempergunakannya dan memilih mana yang paling tepat. Tidak dapat diragukan bahwa sarana-sarana ini tidak bisa dianggap sama. Sebab ada di antara anak yang cukup hanya dengan isyarat dan hatinya sudah bergetar. Sebagian lain ada yang perlu menggunakan ancaman. Yang lain ada yang perlu menggunakan cara isolasi, hardikan, pukulan dengan tongkat.

 

Islam mensyari’atkan hukuman-hukuman ini dan menganjurkan para pendidik agar menggunakannya. Kita hanya perlu memilih mana yang dianggap tepat dan bisa memberikan kemaslahatan bagi anak.

 

Wallahu ‘alam.  (Ummu Faqihah)

 

 

 

Maraji’:

 

 

 

Ensiklopedi Wanita Muslimah

 

Oleh: Haya Binti Mubarok Al-Barik

 

 

General Profile

Populer Bulan Ini

  • 1

Baca Pula

  • Seminar Pendidikan bersama Al Binaa di Batam +

    Read More
  • Kajian Muslimah Dan Santunan Yatim Al Binaa +

    Read More
  • PSB Online 2018 +

    Read More
  • 1
Best UK Bookis w.betroll.co.uk Will Hill

Charity

  • Kajian Muslimah Dan Santunan Yatim Al Binaa
  • Pemasangan AC Central di Asrama Putra
  • Pembagian Mushaf
  • Laporan Sunduq Yatim Maret 2013

Alhamdulillah tidak kurang dari 80 orang Jama'ah Kajian ruitn rabu Lembah Hijau Lippo Cikarang telah berkunjung ke Al Binaa dalam

Read More

Alhamdulillah segala puji hanya milik Dzat Allah Jalla wa 'Ala, In sya Allah untuk memenuhi salah satu kenyamanan para santri

Read More

Alhamdulillah, Pada awal tahun 2015 Al Binaa menerima amanah berupa kepercayaan dari muhsinin untuk menyalurkan sejumlah Mushaf/Al Qur'an kepada kaum

Read More

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Jalla Wa'ala semata. Dia-lah yang menggenggam seluruh urusan hati para hambanya. Ucapan terimakasih dan

Read More

Kegiatan Ma'had

  • Seminar Pendidikan bersama Al Binaa di Batam +

    Alhamdulillah, atas karunia dan taufiq Allah Jalla wa 'Ala event yang sangat dinantikan oleh para orang tua di Kota Batam

    Read More
  • Al Binaa Menyapa Muslim di Wamena Papua +

    Alhamdulillah, di bulan yang penuh barokah, bulan penuh dengan ampunan dan bulan dimana pahala kaum muslimin dilipatgandakan oleh Allah Jalla

    Read More
  • PULDAPII, Pelatihan Kepengasuhan Berbasis Adab +

    Alhamdulillah, atas karunia dan taufik Allah Jalla wa 'Ala Pelatihan Kepengasuhan Berbasis Adab yang diselenggrakan oleh PULDAPII (Perkumpulan Lembaga Dakwah

    Read More
  • Visitasi Mu'adalah UIM di Al Binaa +

    Alhamdulillah setelah melengkapi semua berkas proses "Mu'adalah" dengan Universitas Islam Madinah (UIM) untuk menuju bahwa Pesantren Al Binaa adalah salah

    Read More
  • Hari Pertama KBM Semester Genap 2016-2017 +

    Bismillah wal hamdulillah atas karunia dan taufik-Nya seluruh jajaran Al Binaa telah melaksanakan kegiatan perdana di hari pertama Kegiatan Belajar

    Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Tausiyah

  • ISBAL +

    ISBAL

    Edisi 7 /Thn 2 Jumadats Tsani 1430

    Dalam rangka menghidupkan sunnah di tengah kaum muslimin, khususnya diri kita dan

    Read More
  • MENGHUKUM ANAK MENURUT ISLAM #2 +

    MENGHUKUM ANAK MENURUT ISLAM

    (Bag. 2)

    Buletin Edisi 9 /Thn 2 Jumadats Tsani 1430

    Adapun jalan yang telah dibukakan Rasulullah

    Read More
  • Ibunda Mujahidin Sejati +

    Ibunda Mujahidin Sejati

    Buletin Edisi 2/Thn3 Rabi'ul Awal 1430

    Al khansa adalah julukan seorang wanita yang bernama Tumazhir binti ‘Amru

    Read More
  • MENGHUKUM ANAK MENURUT ISLAM #1 +

    MENGHUKUM ANAK MENURUT ISLAM

    Buletin Edisi 8/Thn 2 Jumadats Tsani 1430

    Anak adalah belahan hati kita, hiasan kita di dunia

    Read More
  • Rahasia Surat Al Kahfi +

    Surah agung ini dinamakan surah Al Kahfi karena didalamnya disebutkan kisah pemuda Al Kahfi. Mengulas kisah mereka, Allah menyajikannya dengan

    Read More
  • 1

Artikel

  • Prinsip Dalam Islam, Jaga Aqidah Anda ....! +

    Dalam hidup, manusia tidak lepas dari berbagai aturan yang mengikatnya. Seorang siswa terikat dengan aturan-aturan sekolahnya. Seorang pegawai terikat dengan

    Read More
  • Musik Dalam Timbangan Syariat Islam +

    Zaman kenabian semakin jauh berlalu; ajaran agama sudah semakin usang bagi para pemeluknya. Sebaliknya, kemaksiatan, dengki, kepalsuan dan permusuhan semakin

    Read More
  • Muhasabah di Penghujung Tahun 1436 Hijriah +

    Malam dan siang datang silih berganti membawa beragam kemaslahatan bagi kehidupan dengan segala perbedaan yang ada pada keduanya, panas, dingin,

    Read More
  • Meraih Kemuliaan 10 hari Pertama di Dzulhijjah +

    Alhamdulillah, kita telah berada di awal bulan Dzulhijjah. Hari yang sangat kita nanti, karena sepuluh hari pertama di bulan ini

    Read More
  • Keutamaan Shaum 'Asura +

    Alhamdulillah, segala puji hanya milik-Nya semata, shalawat serta salam kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para shahabatnya dan kepada siapa

    Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Agenda

  • Seminar Pendidikan Bersama Dr. Adian Husaeni +

    Alhamdulllah, atas rahmat dan taufiq Allah Jalla wa 'Ala kegiatan Seminar Pendidikan dengan Tema Pendidikan Akhlak dan Karakter sebagai Pilar

    Read More
  • Hasil Kelulusan PSB SMA Al Binaa 2017 +

    Alhamdulillah pelaksanaan Tes PSB SMA Al Binaa tahun 2017 telah selesai dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18-20 Februari 2017.

    Read More
  • Penghargaan Gubernur Jawa Barat Untuk Fikri Makarim Sosrianto +

    Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah Tabaaroka wa Ta'ala atas segala nikmat dan taufiq yang telah dilimpahkan-Nya. Bersamaan

    Read More
  • Grand Opening Usbu' Tsaqofy 2016 Putri +

    Alhamdulillah, acara Grand Opening Usbu’ Tsaqofy 2016 telah terlaksana pada Jum’at, 16 Juni 2016 sesuai dengan apa yang kami rencanakan.

    Read More
  • Kunjungan AKPOL Semarang Ke Al Binaa IBS +

    Bekasi (4/6) Dalam rangka menyambung silaturahmi dengan Al Binaa Islamic Boarding School, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang mengirim beberapa perwakilan tarunanya

    Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6

    

How to get bonus http://f.betroll.co.uk/ Betfair